|
Indonesia Masuk Empat Besar Penempatan TKI ke Korea
Bogor, BNP2TKI (2/7) -- Dari 15 negara pengirim tenaga kerja ke Korea, Indonesia masuk dalam kategori empat besar Penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) program Government to Government (G to G) ke Korea, bersama Flipina, Vietnam, dan Thailand. TKI di Korea selain terampil juga dikenal ulet, sabar, dan jujur, juga memiliki kemampaun ukuran sumber daya manusia (SDM) yang baik.
"Kategori empat besar pengiriman tenaga kerja melalui EPS itu, setidaknya dapat dilihat dari sisi pemberian kuota tenaga asing yang dilakukan pihak Pemerintah Republik Korea kepada 15 negara di dunia," ungkap Kasubdit Penyiapan Penempatan Dit PPP Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, Drs Harris Nainggolan MM, di depan peserta "Konsinyasi Jejaring Penempatan TKI Program G to G/G to P" di Hotel Puncak Raya, Bogor, Jum'at (2/7) pagi.
Haris menyebutkan, ke-15 negara didunia yang melakukan pengiriman tenaga kerja ke Korea melalui EPS itu adalah Vietnam, Filipina, Thailand, Indonesia, Sri Langka, Mongolia, Uzbekistan, Kamboja, Kyrgyztan, China, Nepal, Pakistan, Banglades, Myanmar, dan Timor Leste.
Soal kriteria akedemik, kata Harris, pihak users (pengguna) di Korea sebetulnya tidak terlalu memasalahkan. Hanya saja, Pemerintah RI (BNP2TKI) mematok minimal lulusan SLTP. "Tujuannya adalah, untuk mengangkat martabat TKI dan tentunya citra negara Indonesia di mata dunia," ungkapnya.
Meski demikian, menurut Haris, kelebihan yang dimiliki SDM dari TKI adalah, skill, sabar, ulet, dan jujur. Sehingga, kerapkali TKI diperankan sebagai pengganti tenaga kerja domistik (Korea) manakala sedang cuti atau libur.
Penempatan TKI program G to G ke Korea sejak tahun 2004 sejak ditandatangani memorandum of understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Korea dengan Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 13 Juli 2004, ketika itu ditangani oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenakertrans) RI. Sejak tahaun 2007, penanganan penempatan TKI program G to G ke Korea ditangani Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Setelah ditangani BNP2TKI tejadi lonjakan pengiriman secara signifikan dengan ditandai penempatan sebanyak 4.303 TKI -- setelah tiga tahun sebelumnya tidak sampai 2.000 orang.
Pada 2008, pengiriman TKI ke Korea melebihi kuota dari 9.000, karena pemerintah RI (BNP2TKI) menempatkan 11.885 TKI. Sedangkan pada tahun 2009 -- karena imbas krisis perekonomian dunia -- terjadi penurunan pengiriman TKI menjadi 2.204 orang dari 5.300. Kemudian pada tahun 2010, dari 7.000 kuota, BNP2TKI menempatkan 1.023 TKI.
Sebab itu, kata Harris, melalui acara "Konsinyasi Jejaring Penempatan TKI Program G to G/G to P" ini yang melibatkan Balai Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) diharapkan adanya peningkatan secara signifikan.
Peserta seleksi EPS-KLT ini, lanjut Haris, ditargetkan bisa diikuti 60.000 calon TKI di seluruh Indonesia (selanjutnya, lihat tabel "Rencana Pelaksanaan EPS-KLT Tahun 2010" di bawah).***(Affandi/Imam Bukhori)
|